I
Dibalik mimpi, lukisan perang
Mengikis hati para pengungsi
Yang tergolek di tenda-tenda
Di sepanjang perbatasan kemanusiaan
Dengarlah desing peluru !
Saban hari, suaranya begitu parau
Dan aku ingat hari itu:
Anak-anak takan bisa bernyanyi lagi
Mengeja peta dan shalawat
Yang setia melanggam luka
Kepada saban raungan mortar
Angin telah mentasbihkan kematian
Di padang debu penuh sembilu
Hiruplah bau darah, asap mesiu !
Atau lihat sobekan daging yang terpanggang
Pada tubuh perempuan hamil muda
Di Gaja, segala nampak sederhana
Genosida !
II
Ada sujud yang terhenti
Di hari jumat penuh tragedi
Lalu malam merayakan kematian
Di lorong-lorong persembunyian
Ketika rudal ditembakan sembarang arah
Dan mendarat dalam buku-buku sejarah
Tapi takan terbaca olehmu, anakku
Bagaimana bayi-bayi itu menemu ajal
Saat maut menyarangkan banyak peluru
Ke tanah suci yang dijanjikan
Ya, di sepanjang sungai trigis
Beribu nyawa mengalirkan deras tangis
2009
Jumat, 16 Januari 2009
Palestina, Melanggam Luka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar